Cara Budidaya Ikan Di Aliran Sungai – Prinsip pemeliharaan ikan di sungai tidak jauh berbeda dengan pemeliharaan di kolam.

Jika Anda sudah berhasil dengan pemeliharaan ikan di kolam ikan maka sebaiknya tidak sulit diaplikasikan di air sungai.

Faktor yang perlu diperhatikan adalah kualitas air, kualitas benih, pakan berkualitas tinggi, dan metode pemberian pakan.

Cara Budidaya Ikan Di Aliran Sungai

Cara Budidaya Ikan Di Aliran Sungai

Perbedaan utama antara pemeliharaan ikan di kolam dibandingkan dengan pemeliharaan ikan di sungai tetap dalam hal penjaminan kualitas air sebagai lokasi untuk hidup ikan.

Di kolam ikan jika kualitas air kurang baik kita bisa memperbaikinya dengan berbagai cara, misalnya dengan pemberian pupuk, penetapan kapur, penggantian air dll.

Namun di sungai karamba atau pemeliharaan ikan di tempat terbuka (perairan umum) setelah itu kita tidak bisa mengubah kualitas airnya.

Kita bisa menggunakan air seperti apa adanya. Beruntung di sungai air sungai beredar sesuai dengan kecepatan sirkulasi air sungai, atau sedikit lebih lambat mengalir jika di karamba. Karena itu, kotoran ikan di karamba bisa terbuang sia-sia mengikuti arus sungai.

Namun ancamannya juga ada jika air sungai itu keruh atau memiliki banyak kotoran atau penyakit bawaan, setelah itu sangat menantang bagi kita untuk mengaturnya.

Akibatnya bibit yang kita masukkan ke dalam sungai karamba harus kuat dengan dimensi yang lebih besar dibandingkan dengan benih yang kita stokkan di kolam ikan.

Jika di kolam kita bisa menggunakan dimensi benih 100 ekor / kg, maka di sungai karamba harus menggunakan ukuran biji 40-50 ekor / kg.

Tentunya biaya bibit ekstra mahal pasti akan jauh lebih tahan terhadap masalah kualitas air sungai yang bisa berubah. Selain itu, dengan bibit yang lebih besar, ikan bisa dipanen lebih cepat sehingga kita tidak harus memakan waktu lama.

Untuk bisa mendapatkan modal yang banyak dalam budidaya ikan anda harus mencoba peruntungan dengan bermain judi bola di Agen Bola untuk mendapatkan modal atau keuntungan yang banyak.

Beberapa Aspek Yang Perlu Di Perhatikan

Aspek kedua adalah cara memberi makan, jika di kolam air tenang maka pakan disediakan agar merata.

Di sungai karamba, ukurannya jauh lebih kecil dibanding kolam ikan, sehingga ikan terkumpul kokoh di karamba, pakan yang cukup ditawarkan dari karamba “pintu” di permukaan.

Yang harus dilakukan adalah memberi makan tidak bisa banyak secara bersamaan karena pakan yang tidak dikonsumsi langsung oleh ikan pasti akan dilakukan semburan sungai karamba. Oleh karena itu, pakan yang digunakan untuk ikan di karamba biasanya merupakan umpan yang tenggelam. Namun jika sirkulasi sungai tidak terlalu berat setelah itu pakan hanyut juga bisa dimanfaatkan.

Kelemahan yang bisa Anda bagikan bisa disebabkan oleh beberapa poin, diantaranya:

Tingginya kematian ikan bisa jadi karena ukuran benihnya juga mungil, kualitas airnya tidak baik (juga suram, teduh air gelap, air asam, dan juga lainnya), airnya membawa banyak bibit penyakit.
Ikan tidak berniat untuk tumbuh dengan cepat, mungkin karena kurang memberi pakan berkualitas tinggi, apalagi jumlah pakan atau bisa juga akibat kualitas air yang tidak memadai sehingga daya simpan ikan berkurang.
Biaya pemeliharaan juga mahal, yang bisa disebabkan oleh tingkat benih atau pakan yang terlalu mahal, pakan yang diberikan tidak dimakan ikan sehingga dibuang dari karamba.